ENTREPRENEURSHIP DAY 15 Oktober 202p
Membangun Jiwa Entrepreneurship, Bukan Hanya Sekedar Tahu, tapi Bisa” Sepintas kata “tahu” merupakan suatu makanan yang terbuat dari kacang kedelai dan kata “bisa” merupakan suatu racun yang dihasilkan oleh ular, namun bukan hal itu yang dimaksud, melainkan pengertian dari kata “tahu” dan “bisa” disini adalah suatu pengetahuan dan kemampuan.
Semua orang bisa saja dengan mudah mendapatkan suatu pengetahuan, namun tidak semua orang dapat dengan mudah mengaplikasikan pengetahuannya menjadi suatu kemampuan yang dilakukan secara langsung dalam kehidupan nyata. Menjadi seorang entrepreneur muda hebat merupakan suatu idaman bagi setiap pemuda di negeri ini, namun ironisnya banyak dari mereka yang hanya sekedar tahu bagaimana caranya, tapi belum bisa mengaplikasikan jiwa entrepreneurship tersebut dalam realita nyata. Jadi bagaimanakah cara membangun jiwa entrepreneurship yang tidak hanya sekedar tahu, namun bisa mengaplikasikan jiwa entrepreneurship dalam realita nyata? Modal utama dalam membangun jiwa entrepreneurship adalah mental. Mental dan tidak takut resikonya, mencoba dulu baru tahu.
Terbentuknya mental yang kuat akan membangun pondasi jiwa entrepreneur yang kokoh. Saat mental yang kuat sudah terbangun, kita akan dengan mudah belajar memahami situasi, terutama dalam beberapa tahapan situasi dimana saat kita belum terlalu memahami betul akan dunia usaha yang akan kita geluti. Sewajarnya saat kita memiliki mental yang kuat, maka kita akan berani untuk mempelajari suatu situasi usaha tersebut dengan menjadi karyawan terlebih dahulu.
Disini saya akan bercerita sesikit, tentang pengalaman saya membuat usaha, bisa dibilang usaha untuk penghasilan tambahan. Karna menjadi mahasiswa juga butuh uang tambahan, yang tidak mengandalkan uang jajan dari uang orang tua terus menerus, awalnya saya punya uang 300 an lah, dengan uang jumlah segitu saya berpikir usaha apa yg bisa saya lakukan dan mendapatkan uang tambahan dan ke untunga, jadi saya dapat inpirasi nih, dimasa pandemi ini semua seklolah ditutup dan belajar online, jadi saya kepikiran untuk menjual kartu paket karna akan banyak org peminatnya, karena disekeliling saya masih banyak anak-anak dan remaja yg jenjng pendidikan nya masih sd, dan SMP. Awalnya beberapa Minggu gada sih yg nanyak ataupun laku, tapi say dapat bantuan dari adek saya untuk promosi Kitu ke teman² nya dengan harga yg lebih rendah sedikit, dari situ pket data yg saya jual Alhamdulillah lancar dan sampe sekarang, jadi saya kepikiran untuk buka usaha kecil lagi untuk buka konter kecil dulu yg saya khusus dulu untuk jual paket data.
"Jangan takut untuk memulai Karana kita belajar dari nol dulu baru menjadi satu. Jangan takut untuk membuka usaha karena takut tidak menghasilkan, karena tidak ada usaha yg mengkhianati hasil"
Komentar
Posting Komentar